PanglimaKomando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han), didampingi Ibu Tari Besar Harto Karyawan mengikuti halal bihalal dan olahraga bersama keluarga besar TNI AD, bertempat di lapangan Apel Mabesad, Jakarta, Senin (1/7).
JenderalTNI Muhammad Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil, Ph.D.(nama lahir: Fransiskus Xaverius Emanuel Andika Perkasa, lahir 21 Desember 1964) adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia sejak tanggal 17 November 2021, menggantikan Marsekal TNI (Purn.)Hadi Tjahjanto Andika merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1987.
FotoKeluarga Tni Ad. Source: morphosapictures.com. So, tunggu apa lagi buruan booking sebelum. Foto keluarga memang lebih baik dibuat di studio foto karena hasilnya sangat terjamin. Source: ammora.co. Ranafis berdiri dari tahun 2006 dan mempunyai kru yang berpengalaman di. Studio foto juga sudah menyediakan latar foto yang bagus dan beragam
TRIBUNLAMPUNGCO.ID, JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Dudung Abdurachman, bagi-bagi bingkisan sembako kepada sejumlah anggota TNI AD, PNS di lingkup TNI AD, dan masyarakat di sekitar Markas Besar TNI AD, Jakarta, Jumat (11/2/2022). Kegiatan membagi bingkisan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Jumat Berkah yang rutin digelar oleh KSAD di Mabes TNI AD.
PutusListrik Sekretariat Keluarga TNI AD, Pelanggan Curhat Dipalak Petugas PLN, Bayar Tunggakan ke Rekening Pribadi. penjaga Sekretariat Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bahkan, listrik sekretariat tersebut dipadamkan sepihak oleh PLN. Foto. Akhir Tahun 2022, Jumlah Penduduk
Respon terhadap pembubaran acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dihadiri Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo di Surabaya, datang dari Himpunan Putra Putri Keluarga TNI Angkatan Darat (Hipakada) Jatim. Ketua Hipakada Jatim, Priyo Effendi, menilai pembubaran acara KAMI yang dihadiri Gatot Nurmantyo oleh beberapa elemen masyarakat di Surabaya
. loading...KSAD Jenderal Andika Perkasa menggendong sang istri Hetty Andika Perkasa. FOTO-FOTO/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE TNI AD JAKARTA - Sosok Diah Erwiany Hendropriyono turut mendapat sorotan stelah Jenderal Andika Perkasa menjadi calon tunggal Panglima TNI yang diusulkan Presiden Jokowi. Tinggal selangkah lagi suaminya itu resmi menempati jabatan tertinggi dalam struktur sebagian orang mungkin tidak mengetahui nama asli istri Andika Perkasa adalah Diah Erwiany Hendropriyono. Mereka lebih mengenalnya dengan sebutan Ny Hetty Andika Perkasa .Untuk soal panggilan nama Hetty, sang adik, Diaz Hendropriyono pernah mengungkapkan alasannya. Diaz melalui akun resmi Instagramnya, mengunggah beberapa foto bersama keluarga. Selaindia dan istri, adapula sang ayah AM Hendropriyono, ibunda Taty, kakak ipar Andika Perkasa, kakak juga Mualaf, Ini Momen Jenderal Andika Perkasa Disumpah di Bawah Al-Qur'an "Ngobrol2x aja sambil makan pempek, sekalian ngabisin kue ulang tahun. Kebetulan mba Hetty ulang tahun yang ke 49 tadi malam, 7 Agustus," tulis Diaz dalam unggahannya pada 8 Agustus keterangan foto itu, Diaz mengaku geli dengan asal usul nama Hetty. Waktu kelahiran kakaknya, ayah dan ibu belum mempersiapkan nama."Krn bingung waktu ditanya dokter, langsung aja jawab HETTY alias Hendro Taty, hehe," tulis Diaz dalam caption yang beranjak dewasa, Hetty kemudian menikah dengan Andika Perkasa, lulusan Akademi Militer Akmil 1987. Andika Perkasa dan Hetty dikaruniai seorang anak bernama Wiratama Alexander Akbar Perkasa. Dari Alex, Hetty dan Andika dikarunian cucu bernama Arthur Ibrahim Perkasa juga Jenderal Andika Seorang Mualaf, Pernikahan dengan Putri Hendropriyono Jadi Saksi Berikut ini 5 potret Ny Hetty Andika Perkasa1. Mendukung Produk DaerahKetua Umum Persit Kartika Candra Kirana Hetty Andika Perkasa dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Nusa Tenggara Timur Dekranasda NTT Juli Sutrisno Laiskodat melakukan sesi photoshoot tenun dan topiTi'i Langga khas NTT. Kegiatan ini adalah bagian dari dukungan terhadap produk khas daerah NTT. Diharapkan produk tenun dan topi T'ii Langga lebih luas dikenal masyarakat dan berujung pada peningkatan ekonomi perajin di NTT.
Sembah sujud ananda Dirgahayulah kakanda Jayalah dikau pahlawan Terus maju pantang mundur. Lagu Pantang mundur siang ini berkumandang di Makodam Jaya dan dinyanyikan seluruh Prajurit Kodam Jaya dengan penuh haru melepas Letnan Jenderal TNI Agus Sutomo, beserta Ny. Minurlin Agus Sutomo yang akan melanjutkan pengabdian di Kodiklat TNI AD. Rangkaian kegiatan sertjab Pangdam Jaya terus bergulir setelah beberapa hari lalu diadakan serah terima jabatan yang langsung dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono di Denpasar Bali dari Letjen TNI Agus Sutomo, kepada Pangdam Jaya yang baru Mayjen TNI Teddy Lhaksmana melanjutkan acara tradisi pelepasan serta pengantaran mantan Pangdam Jaya di Markas Kodam Jaya. Kamis 17/9. Dalam kegiatan ini Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana menyampaikan “Terlebih dahulu, saya mengucapkan kepada Bapak Letjen TNI Agus Sutomo, beserta seluruh prajurit dan PNS Kodam Jaya/Jayakarta atas semangat dan antusias yang telah ditunjukkan melalui prosesi tradisi penerimaan saya selaku Pejabat Pangdam Jaya/Jayakarta. Pada kesempatan apel bersama ini, secara spesifik saya tidak akan memperkenalkan diri, karena tentu seluruh anggota sudah mengenal saya, meskipun disambut dalam acara tradisi penerimaan, namun keberadaan saya tidaklah asing di lingkungan Kodam Jaya/Jayakarta”. “Empat bulan lalu saya melepas jabatan sebagai Kasdam Jaya/Jayakarta melalui prosesi serah terima jabatan kepada Brigjen TNI Ibnu Tri Widodo, sekarang saya kembali berkumpul bersama keluarga besar Kodam Jaya/Jayakarta dengan status jabatan baru sebagai Pangdam Jaya/Jayakarta. Prosesi pergantian pejabat Pangdam Jaya/Jayakarta kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya, tidak dilakukan bersamaan dimana untuk beberapa waktu sempat mengalami kekosongan, dirangkap jabatan oleh Letjen TNI Agus Sutomo, sekaligus selaku Komandan Kodiklat TNI AD” Tegas Pangdam Jaya. “Kepada Bapak LetjenTNI Agus Sutomo, saya mengucapkan terima kasih atas segala dedikasi dan pengabdian selama ini, yang telah melakukan banyak perubahan bersifat positif. Seluruh anggota tentu mengetahui dan merasakan langsung, buah keberhasilan yang diraih Kodam Jaya/Jayakarta semasa Beliau memimpin” Terang Pangdam Jaya. Saat ini kemajuan dan citra Kodam secara signifikan terus terangkat melalui terobosan kegiatan bersifat Serbuan Teritorial meliputi Ketahanan Pangan, komunikasi sosial ke kampus-kampus dan program Ciliwung Bersih yang di prakarsai Letjen TNI Agus Sutomo, dan bahkan tidak segan-segan beliau terjun langsung ke lapangan. Arah perjalanan kehidupan merupakan bagian dari rahasia Allah SWT, kita tidak akan pernah bisa menebak, kemana dan dimana berada dalam periode waktu tertentu dan beberapa tahun ke depan. “Saat ini Kodam Jaya/Jayakarta selalu dijadikan sebagai contoh bagi kotama-kotama lain di Indonesia mengingat intensitas tugas yang sangat tinggi. Di satu sisi, sepertinya waktu 24 jam kurang cukup, sehingga persoalan membagi waktu dan kesempatan sangat penting untuk menjadi atensi saya. Namun di sisi lain, dihadapkan pada keterbatasan tersebut, saya selalu berusaha semaksimal mungkin memperhatikan segala aspek, meluangkan waktu untuk hadir di tengah-tengah anggota demi melihat dan mengetahui segala permasalahan yang dihadapi guna melakukan perbaikan-perbaikan ke arah yang lebih baik, dengan mengedepankan skala prioritas” Tegas Letjen TNI Agus Sutomo, Selama menjabat sebagai Pangdam Jaya/Jayakarta, banyak pengalaman yang dapat dapat di petik baik dikaitkan dengan pelaksanaan tugas kedinasan maupun kehidupan sehari-hari tambah Letjen TNI Agus Sutomo. “Pengalaman suka dan duka merupakan guru yang terpenting bagi saya untuk terus melakukan evaluasi diri dan hikmah terkandung akan selalu saya jadikan bekal berharga dalam meniti perjalanan karier sekaligus kenangan manis yang senantiasa membekas dalam lembaran ingatan” Terangnya. Tak lupa dalam kegiatan ini pula Letjen TNI Agus Sutomo menyampaikan permohonan maafnya saat bertugas di lingkungan Kodam Jaya. “Pesan saya, hubungan silaturahmi yang telah terjalin baik selama ini tetaplah dipelihara, jangan sungkan untuk bertegur sapa manakala kita saling bersua” Tambahnya. Pelepasan mantan Pangdam Jaya ditandai dengan pengisian buku kesan dan pesan serta penghoramatan lambang-lambang Kodam Jaya yang kemudian dilanjutkan dengan jajar kehormatan Payung Pora yang dilaksanakan oleh para Perwira Pertama Kodam Jaya. Autentikasi Kapendam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo Terkait
PALEMBANG, - Sebanyak 12 rumah yang dihuni oleh ahli waris mantan pejuang di komplek Pomdam II Sriwijaya Jalan Sekip Ujung, RT 26 RW 07 Kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning Palembang, Sumatera Selatan ditertibkan lantaran akan digunakan untuk anggota TNI AD yang aktif, Rabu 9/6/2021. Namun, penertiban itu sempat ditolak oleh para ahli waris mantan pejuang yang telah tinggal di sana, lantaran mereka memiliki Surat Keputusan SK mantan Panglima Komando Daerah Miliki Pangdam II Sriwijaya Brigjen Try Sutrisno. Dalam SK nomor 111/IX/1980 disebutkan jika kawasan itu telah dihapus dari daftar registrasi perumahan dinas Angkatan Darat AD atas bangunan rumah tinggal atau rumah juga Dokter di NTT Nyaris Diperkosa OTK Saat Tertidur di Rumah Dinas, Polisi Buru Pelaku Bertahan karena SK mantan Pangdam Sriwijaya Rini Sulisatianti 51 salah satu penghuni yang diminta untuk mengosongkan rumah dinas itu mengatakan, SK dari mantan Pangdam II Sriwijaya menjadikan mereka ingin tetap bertahan di komplek tersebut. Sebab, dalam surat itu tertulis jelas jika komplek Pomdam II sudah dihapus dari daftar registrasi TNI AD. Menurut Rini, ia telah tinggal disana sejak kecil dimana alm Mayor Sunarji Wijaya telah tinggal di sana sejak 1966 usai ditugaskan. "Kami mau tinggal dimana lagi, selama ini kami tinggal di sini. Di rumah ada lima orang," kata Rini. Baca juga Tertibkan Rumah Dinas TNI, Malah Terjaring 31 Tersangka Narkoba dan Judi Ahli waris hargai perjuangan orangtua kami menumpas pemberontakan... Hal serupa juga dialami oleh Agus Junaidi 50, ia adalah anak mantan pejuang 1945 Peltu M Moesa. Ayahnya tersebut menurut Agus, turut berjuang melakukan gerilya di wilayah Jambi, Sumatera Barat dan Sumatra Selatan, hingga menumpas dua pemberontakan yang terjadi di masa awal Indonesia merdeka. Mereka pun tinggal di sana sejak 1958 usai dipindah tugaskan. "Hargai perjuangan orangtua kami, dulu di sini tidak ada yang mau tinggal karena lokasinya yang jauh. Sekarang menjadi tengah kota, kami di sini juga sudah lama," ujarnya. Baca juga Demi Nikahi Calon Istri Keempat, Pria Ini Mengaku Calo Seleksi TNI AD, Tipu Korban Ratusan Juta Rupiah Selama ini, Agus hanya bekerja sebagai pegawai rumah makan di salah satu mall. Namun, semenjak pandemi Covid-19 ia pun di PHK karena pengurangan karyawan. Dengan kejadian ini, Agus mengaku bingung hendak tinggal di mana bersama 6 orang keluarganya yang ada di rumah. "Saya sudah di PHK, sekarang rumah juga mau dikosongkan, kami sudah bingung mau bagaimana. Sementara, komplek ini kalau dari SK Pangdam II sudah dihapuskan dalam daftar register kepemilikan TNI AD," ujarnya. Baca juga Tanpa Segan, Polisi dan TNI Bubarkan Kerumunan di Rumah Dinas Bupati di Riau Langkah hukum ahli waris Kuasa Hukum Ahli Waris, Wisnu Oemar mengaku akan mengambil langkah hukum atas tindakan tersebut. Sebab, dalam SK yang ditandatangani pada 24 September 1980, wilayah Pomdam keluar dari daftar registrasi perumahan Dinas AD. "Kami juga akan mengirimkan surat ke Presiden hingga Panglima TNI," kata Wisnu.
JAKARTA – – Sosialiasi kebijakan penanganan Covid-19 yang dilakukan Staf Umum Teritorial Angkatan Darat Sterad terhadap GM FKPPI, PPM dan HIPAKAD serta KB FKPPI merupakan langkah strategis TNI AD dalam bersinergi dengan Keluarga Besar TNI membantu pemerintah melakukan pencegahan pandemi virus Corona di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Asisten Teritorial Aster Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Asisten Bidang Ketahanan Wilayah, Komsos dan Bakti TNI Brigjen TNI Toto Nurwanto, pada kegiatan Pembinaan Keluarga Besar TNI Terpusat di Rindam Jaya, Jakarta, Kamis 4/6/2020. Diungkapkan Aster Kasad dalam amanatnya yang dibacakan Brigjen Toto, bahwa tujuan kegiatan ini adalah guna terwujudnya hubungan antara prajurit TNI AD dengan Keluarga Besar TNI, dalam menumbuhkan kesadaran bela negara Keluarga Besar TNI untuk mendukung tugas pokok TNI AD, khususnya dalam rangka mitigasi bencana alam maupun melawan penyebaran Covid-19. “Organisasi Keluarga Besar TNI merupakan organisasi kemasyarakatan yang juga berkewajiban untuk turut bela negara, dalam suasana apapun,”ujarnya “Sesuai tema kegiatan yaitu, Aksi Nyata Bela Negara Keluarga Besar TNI Dalam Melawan Penyebaran Covid-19, “ imbuh Aster Kasad dalam amanat tertulisnya. Lebih lanjut dikatakan, sesuai Keppres Nomor 12 Tahun 2020 tanggal 13 April 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam, penyebaran Corona Virus Disease 2019 Covid-19 sebagai bencana nasional. “Menyikapi kondisi saat ini dengan merebaknya virus Corona yang telah banyak merenggut nyawa manusia, tentunya organisasi Keluarga Besar TNI dipandang sebagai organisasi kemasyarakatan yang paling solid , harus mampu menjawab semua ini, “ tuturnya. Dalam kegiatan ini, dibagi dalam tiga kategori pemaparan yang ditinjau dari aspek Kesehatan penanganan Covid-19, Bela Negara peran KBT dalam penanggulangan Covid-19 dan Aspek Psikologi Perilaku Individu dalam menghadapi perubahan. Di hadapan para peserta, Aster Kasad sangat berharap agar kegiatan ini dapat dijadikan momentum dalam pembinaan mentalitas organisasi Keluarga Besar TNI. “Guna memberikan kontribusi yang positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Saya juga berharap kegiatan ini mampu memotivasi para generasi muda dalam menghadapi situasi pandemi dan berkontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara, “ imbuhnya. Dalam amanatnya, Aster Kasad juga berpesan agar mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan dan tumbuhkan kesadaran bela negara. Keluarga Besar TNI harus lebih kreatif menerapkan arti sadar berbangsa dan bernegara ini dalam kehidupannya termasuk di dalamnya ikut aktif menyosialisasikan kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19,”pungkasnya. Dispenad Terkait
Apakah Anda mencari gambar tentang Foto Keluarga Tni Ad? Terdapat 38 Koleksi Gambar berkaitan dengan Foto Keluarga Tni Ad, File yang di unggah terdiri dari berbagai macam ukuran dan cocok digunakan untuk Desktop PC, Tablet, Ipad, Iphone, Android dan Lainnya. Silahkan lihat koleksi gambar lainnya dibawah ini untuk menemukan gambar yang sesuai dengan kebutuhan anda. Lisensi GambarGambar bebas untuk digunakan digunakan secara komersil dan diperlukan atribusi dan retribusi.
Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung tatap muka bersama Keluarga Besar TNI FKPPI dan PPM Se-wilayah Sumut di Balai Prajurit Gatot Subroto, Medan, Jumat 30/9. Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung menyampaikan tujuan kegiatan tatap muka bersama Keluarga Besar TNI FKPPI dan PPM Se-wilayah Sumut adalah untuk membangun komunikasi dan hubungan silaturrahmi sebagai upaya memelihara dan meningkatkan hubungan baik dengan seluruh keluarga besar TNI. Dengan demikian akan terwujud saling pengertian, kesepahaman dan kebersamaan berdasarkan azas kekeluargaan. Selanjutnya Pangdam I/BB mengatakan ancaman nyata yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini yang sudah masuk ke sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara serta masuk ke kehidupan keluarga adalah penyalahgunaan Narkoba, terorisme dan SARA. “Akibat penyalahgunaan Narkoba, jiwa meninggal setiap tahun. Dan pada tahun 2015 diperkirakan 5,1 juta penduduk menyalahgunakan Narkoba,”tegasnya. Di Sumatera Utara juga baru-baru ini telah terbongkar gudang Narkoba di Jalan Setia Luhur Lingkungan XI Kelurahan Dwikora Kecamatan Helvetia Medan. Untuk terorisme, teror bom yang terjadi di Gareja Katolik Medan pada Minggu, 28 Agustus 2016 lalu. Sedangkan kerusuhan SARA dalam konflik sosial terjadi pembakaran Klenteng di Tanjung Balai pada 30 Juli 2016 dan bentrok Tanah Karo pada 29 Juli 2016. Lebih lanjut Pangdam I/BB berharap kepada seluruh anggota dan keluarga besar FKPPI dan PPM untuk dapat memberikan keteladanan sebagai pemuda yang mempunyai integritas yang mengedepankan toleransi dan harmonisasi di dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kesempatan tersebut Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme FKPT Prov. Sumut Drs. Zulkarnain Nasution menyampaikan potensi radikalisme dan terorisme di Indonesia khususnya di Sumatera Utara. Drs. Zulkarnain Nasution mengatakan peran serta para tokoh agama dalam pencegahan radikal terorisme yaitu harus mengembangkan pemahaman keagamaan yang moderat yang selaras dengan wawasan kebangsaan dan cinta NKRI. Demikian juga mengedepankan pengajaran keagamaan yang menampilkan agama sebagai sumber cinta kasih sayang dan perdamaian. “Bentengi umat dan masyarakat dari berbagai provokasi, hasutan dan pola rekruitmen teroris di lingkungan masyarakat. Termasuk juga memberdayakan rumah ibadah, adat dan sosial di tengah masyarakat sebagai tempat yang efektif dalam penyampaian pesan terlibat aktif dalam meluruskan pemahaman radikal dan kekerasan dengan memberikan pencerahan pengetahuan keagamaan,”tegasnya. Kegiatan tatap muka bersama Keluarga Besar TNI FKPPI dan PPM Se-wilayah Sumut dihadiri 260 orang dari perwakilan masing-masing daerah di Sumatera Utara. Terkait
foto keluarga tni ad